Ada Penghianat Di Balik Pemecatan Ranieri

Sumber : www.dugoutfc.com

       Seperti pepatah tua berkata “mempertahankan jauh lebih sulit dari mendapatkan” mungkin itulah yang saat ini dirasakan oleh pemain-pemain Leicester City. Mempertahankan gelar Liga Inggris yang didapat pada musim 2015/2016 lalu sudah menjadi hal yang mustahil. Bahkan saat ini (26/2) Leicester masih terjerembak di posisi 18.



Puncaknya pelatih kepala Leicester City sampai harus di pecat karena tidak mampu mempertahankan performa pemain pemainya dimusim lalu. Ranieri hanyalah seorang korban, ia harus menerima “Pengkhianatan” dari pemain pemainya nya yang musim lalu mau habis-habisan bersamanya meraih Titel Premier League.



Kedua pemain itu tidak lain adalah Jamie Vardy dan Ryad Mahrez dua pemain ini menjadi pemain yang sagat berpengaruh bagi Leicester musim lalu bersama denagn N’golo Kante.

Data statistik menunjukan penurunan luar  biasa performa Vardy dan Mahrez di musim ini jika dibandingkan musim 2015/2016 yang lalu.



Musim 2015/2016 lalu vardy berhasil mencetak 24 gol dan 6 assist yang membuat ia menjadi top skor bagi the Foxes, sedangkan musim ini straiker berusia 30 tahun itu baru mencetak 5 gol dan 2 asist saja.



Seakan tidak mau kalah dari Vardy, Mahrez pun performanya menurun luar biasa. Bayangkan musim lalu pemain asal Algeria ini mempu menjadi kreator dari 17 gol dan 11 assist. penampilan ini bahkan membuat klub sebesar Barcelona tertarik untuk merekrutnya. Tapi apa yang Mahrez tampilkan musim ini seperti berbalik 180 derajat dibandingkan musim lalu.di musim 2016/2017 ini ia baru bisa mencetak 3 gol dan mengkreasi 2 assist, sangat jauh dari performa terbaiknya.



Bukan hanya gol dan assist yang menurun statistik lainnya pun menunjukan ada yang tidak beres dengan kedua pemain ini. Seperti keypas (umpan kunci) dan successfull take one (melewati pemain lawan) Mahrez pada 2015/2016 berjumlah 56 tapi musim ini baru mencapai 27. Yang pastinya juga sangat berpengaruh pada performa pemain lainya terutama striker mereka Jamie Vardy.



Jadi bisa dikatakan performa Leicester City musim ini bukan hanya kesalahan dari Ranieri semata. Ranieri hanya jadi korban dari pemainya yang ber”khianat” terhadapnya. Dengan performa yang jauh menurun dari musim saat mereka juara.




data statistik : www.squawka.com/
Share on Google Plus

About Anime Blk

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment